الخميس، 22 مايو 2014

Cerpen

 Kegiatan Sekolahku

Matahari bersinar terang. Cuaca di pagi hari ini sangat cerah. Awan-awan juga seakan menyambut pagi yang cerah ini. Sekarang, aku sudah sampai di sekolahku. Aku berjalan memasuki sekolahku. Tepatnya, di gedung A. Sekolahku ini, menurutku bagus lho!. Nama sekolahku adalah SD IT Fithrah Insani. Yaaa… sekolah ini adalah islam terpadu. Disini, aku dan teman-temanku bisa menghafal Al-Qur’an. Oh, iya! sekolah ini full day. Maksudnya, di sekolah ini masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 14.30. Agar kalian tahu sekolah ku ini, aku akan memberitahu lebih jelas sekolah ini. Di gedung A, terdapat 3 tingkat namun luas. Banyak tangga disini. Di gedung A, ini adalah ruangan kelas 1, 2, 3, 4, dan 6. Jika kelas 5, tertempat di Gedung B. Gedung B, ada 2 lantai. Di gedung B, selain ada kelas 5, ada juga ruang perpustakaan, ruang UKS, dan laboratorium komputer. Kantornya, berada di sebelah gedung B. Parkirannya, ada di depan koperasi sekolah. Koperasi sekolahku bernama Inset.
Sudah ah kembali ke cerita! Aku bersalaman dengan guru-guru yang ada disini. Setiap pagi, guru-guru disini berjajar di dekat pagar. Jadi, anak-anak bersalaman terlebih dahulu sebelum masuk kelas. Setelah aku bersalaman, aku membuka sepatu. Aku segera mengambil sepatu yang tadi aku pakai. Dengan cepat, aku berjalan ke kelasku. Kelasku berada di lantai 2. Sebelum ke lantai 2, tentunya aku harus menaikki tangga. Sesampainya di lantai 2, aku langsung berlari menghampiri kelas ku. Yaitu kelas 4 Zaid bin Haritsah (4 A). Dikelasku, sudah banyak teman yang masuk. Dengan cepat, aku menurunkan kursi yang berasal di atas meja. Lalu, aku menyimpan tas di kursi yang tadi aku turunkan. Tak lupa, aku membuka tas dan mengambil buku penghubung. Buku penghubung adalah buku untuk melihat aktivitas kita di sekolah ataupun di rumah dan juga, bisa untuk berkomunikasi. Aku berlari ke arah meja guru. Disana, aku mengumpulkan buku penghubung. Kemudian, aku pergi keluar kelas. Aku tidak pergi ke tempat yang terlalu jauh, tapi aku cukup melihat pemandangan sambil mendengarkan lagu yang di setel setiap pagi. Lagu-lagu yang di setel itu, bisa terdengar sampai kantor. Bahkan, sampai parkiran juga terdengar kok..
By the way, kalian pasti penasaran sekaligus mau tahu nama aku kan?. Yuk kita kenalan dulu! Namaku Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah. Kalian bisa memanggilku Nadhif atau Rafid. Tetapi, kebanyakan orang memanggilku dengan sebutan Nadhif. Terserah kalian aja deh mau yang mana!. Salam kenal ya, sobat! kita lanjukan aja ke cerita!
Tiba-tiba, bel berbunyi. Bel di sekolah ku ini bukan berdering, lonceng, atau bel yang seperti biasa. Bel disekolahku ini adalah nada/music lagu kebangsaan. Contoh, Indonesia pusaka, Sorak-sorak bergembira, dan sebagainya. Semua murid kelas 1 – 4 berbaris dengan rapi. Termasuk kelasku. Aku berbaris tepat di urutan belakang. Meski bukan paling belakang. KM di kelasku menyiapkan. “Siiaaap gerak!” seru Naufal. Naufal adalah KM di kelas ku. Aku dan teman-temanku bersiap. Tak lama kemudian, baris pun selesai. Semua murid kelasku masuk ke kelas satu per satu. Aku dan teman-temanku langsung duduk di bawah. Setiap pagi, dikelasku jika berdo’a duduk di bawah. Semua telah siap. KM pun menyiapkan. Beberapa menit kemudian, do’a selesai. “Apa kabar hari ini?” tanya Bu Diah. Bu Diah adalah wali kelas kelas 4 Zaid bin haritsah. “Alhamdulillah.. Luar biasa.. Allahuakbar.. yes!” jawab semua murid kelas 4 Zaid (tentunya termasuk aku doong..). Setelah itu, Bu Diah mulai bercerita. Beberapa menit kemudian, Bu Diah selesai bercerita. “Yang boleh duduk duluan, yang kemarin infaq” kata Bu Diah memberitahu. “Terus.. yang sekarang infaq” kata Bu Diah memberitahu lagi. “Yang shalat shubuh di masjid” kata Bu Diah memberitahu lagi. “Yang shalat tahajjud” kata Bu Diah. “Yang tilawah enam halaman” kata Bu Diah memberitahu. Karena Bu Diah mengatakan yang tilawah enam halaman, aku pun duduk ke kursi.
Semua sudah duduk di kursi masing-masing. “Assalamualaikum!” seru Bu Shinta seraya masuk ke kelasku. Oh iya, Bu Shinta adalah guru pelajaran Sains alias IPA. “Waalaikumsallam..” jawab semua murid kelasku. “Sebelum kita memulai percobaan, kita baca basmalah terlebih dahulu!” perintah Bu Shinta. “Bismillahirrahmanirrahiim..” kata semua murid kelasku. “Nah, sekarang coba lihat cara kerja membuat roket nya. Ini begini.. terus begini.. bla.. bla. bla” Bu Shinta menjelaskan dengan panjang lebar. Mendengar penjelasan itu, aku mulai membuat roketnya. Sebelumnya, aku sudah menyediakan alat dan bahan-bahannya. Aku masih melihat-lihat orang lain. Lama-kelamaan, aku mencoba untuk membuat roket. Pertama-tama, aku membuka tutup botol aqua yang 600 ml. Kedua, aku memipihkan plastisin dan menutupnya di atas botol. Ketiga, aku memotong sedotan masing-masing 10 cm di bagi 2. Tak lupa juga aku langsung menancapkan sedotan itu ke plastisin yang sudah di tempel. Badan roket sudah selesai. Keempat, gunting karton sebesar 10 cm x 10 cm. Kelima, aku membentuk karton itu menjadi prima. Keenam, aku memasukkan sedotan dan menempelkan solasi kepada karton yang sudah terbentuk menjadi prima. Ketujuh, sambungkan badan roket dan kepala roket. Roket sudah selesai. Aku pun mulai mencoba meluncurkannya dengan cara memencet botol/badan roketnya. Tetapi, roket itu tetap saja diam. Roket itu tak mau meluncur. “Yaah.. gagal total nih. Udah ah simpan aja ke tas” kata ku dalam hati. Tiba-tiba, aku teringat peri bahasa Malu bertanya, sesat di jalan. “Ahh.. tidak.. tidak.. aku harus mencoba nya sekali lagi” kata ku berubah pikiran.
Akhirnya, aku memberanikan diri untuk bertanya lagi. Sebenarnya, dari tadi aku sudah banyak bertanya. “Bu Shinta, kok roket nya enggak bisa ya?” tanya ku. Bu Shinta masih menjelaskan cara-cara membuat roket kepada salah satu temanku. Aku menghargainya dulu dan aku segera meninggalkan Bu Shinta. “Eh.. kumaha Nadhif” kata Bu Shinta memakai bahasa sunda. “Ooh.. pantesan atuh. Ujung sedotannya di tutup pake selotip” lanjut Bu Shinta. “Oooh.. kirain enggak” kataku seraya meninggalkan Bu Shinta. Aku menuruti kata-kata Bu Shinta. “Waah.. jadi deh! tinggal cobain aja” gumam ku. Dengan semangat, aku mencobanya. Alhasil, roket itu bisa meluncur. “Yeay!” aku melonjak senang. Yang kedua kalinya, roket itu tak bisa meluncur. Aku segera memasuki roket itu ke dalam tas. “Nadhif, udah selesai bikin roketnya?” tanya salah satu temanku. “Udah” jawab ku singkat. Kelas ini yang semula bersih menjadi banyak sampah. Aku berlari menghampiri belakang pintu. Aku bermaksud mengambil sapu. Aku pun menyapu dengan semangat. Walaupun aku enggak piket, tapi aku menyapu. Karena, aku adalah menteri kebersihan.
Tak terasa, pelajaran IPA selesai. Sekarang, waktunya pelajaran ke-2. Yaitu Matematika. Bu Diah masuk ke kelas. Selain Bu Diah Wali Kelasku, Bu Diah juga menjadi guru Metematika di kelas 4. “Assalamualaikum..” salam Bu Diah. “Waalaikumsallam..” jawab semua murid kelasku. Sebelum belajar, Bu Diah mengecek semua kolong meja semua murid kelas 4 Zaid (pastinya termasuk aku). Saat giliran barisanku, aku deg-degan. Ternyata, di barisanku ini banyak sampah. Untung saja di kolong mejaku hanya ada sedikit sampah. Tak seperti teman yang lain, dimejanya banyak sampah. Kemudian, Bu Diah kembali ke depan. “Naah.. sekarang kelasnya sudah bersih cling.. enggak seperti tadi” kata Bu Diah. “Sebelum kita belajar kita ucapkan basmallah terlebih dahulu” lanjut Bu Diah memberitahu. “Bismillahirrahmanirrahiim..” ucap murid kelasku. Bu Diah mulai menjelaskan tentang bilangan romawi. Tak terasa, Bu Diah sudah selesai menjelaskan panjang lebar tentang bilangan romawi. Sekarang, Bu Diah sedang menulis soal untuk latihan. Dengan cepat, aku segera menulis soal yang di tulis oleh Bu Diah. Beberapa menit kemudian, aku sudah selesai mengerjakan soal nya. Aku segera mengumpulkan soal itu. Setelah dinilai, aku langsung memasukkan buku latihan dan catatan Matematika.
Jam berganti jam. Jam sudah menunjukkan pukul 14. 30 atau 03. 30. Semua murid kelas 4 Zaid telah duduk melingkar di bawah untuk bersiap-siap pulang. Semua murid tertib. Wakil KM, Jimmy segera menyiapkan do’a. “Reihandi” panggil bu Diah. Kalian pasti aneh kan, kenapa Bu Diah memanggil Reihandi duluan. Karena, disini jika pulang sesuai kedatangan melewati buku penghubung. Teman-temanku sebagian ada yang sudah pulang. Aku kan masuknya enggak awal banget. Normal aja.. kayak biasa. “Nadhif” Kali ini Bu Diah memanggil aku. Spontan, aku menghampiri Bu Diah. Disana, aku mengambil buku penghubung dan salam. Lalu, aku mengambil sepatu. Tentunya, turun ke bawah laah..
Sesampainya di bawah, aku berjalan. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan kelas 1 Ubay aku menyimpan sepatuku di rak sepatu 1 Ubay. Kemudian, aku memasuki kelas 1 Ubay. Di dalam, aku menyimpan tas ku. “Hufh..” aku menarik nafas dalam-dalam seraya kembali berjalan. Sampai sekarang, aku masih belum di jemput. Karena, aku kan ikut ekskul Sains Club. Aku sudah tidak sabar untuk melakukan percobaan nanti. Tetapi, Pak Faridi nya belum ada. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengobrol dengan Raihan Aryo. Aku dan Raihan Aryo mengobrol sebentar. Saat sedang mengobrol, Pak Faridi datang sambil membawa kardus. “Ustadz, sekarang pecobaan nya apa?” tanyaku kepada Pak Faridi. “Rahasia” jawab Pak Faridi singkat. Aku pun meninggalkan Raihan Aryo. Tak lama, aku sudah sampai di dalam kelas 1 Ubay. Pak Faridi mulai absen siswa sains club. Sampai sekarang, masih sebagian siswa sains club yang masih jajan di luar. CEKLEK… pintu kelas 1 Ubay terbuka. Ternyata, itu adalah sebagian siswa yang tadi masih jajan. Karena siswa sains club sudah lengkap, jadi Pak Faridi mulai menjelaskan tentang percobaan. Percobaan kali ini adalah memasukkan telur ke dalam botol tanpa di dorong. Pak Faridi mulai mencontohkan cara kerja nya. Tetapi, telurnya… telurnya… telurnya… hanya masuk sebagian. Nah, sekarang bagian siswa yang mencoba percobaan ini. kelompokku dan yang lain memulai percobaan. Kelompokku, hasilnya baguus sekali. Dan pak Faridi memuji kelompokku.
“Ya, Anak-anak baca hamdalah dulu. Dan shalat Ashar” Pak Faridi memberitahu. Semua siswa sains club (termasuk aku) keluar dari kelas dan segera berwudhu. Aku sudah selesai berwudhu. Aku pun segera masuk ke masjid. “Allahummaf tahli abwaba rahmatikka” aku berdoa sebelum masuk ke masjid. Di masjid, sudah banyak teman-temanku, kakak kelasku, adik kelasku, dan juga guru-guruku. “Allahuakbar.. Allahuakbar.. Asyhaduallailahaillallah” iqamat sudah terdengar. Semua barisan merapatkan sekaligus merapihkan shaff nya. Cukup waktu kurang dari 1 menit, semua shaff atau barisan sudah rapi. ” Allahuakbar” shalat pun segera dimulai. “Assalamualaikum..” shalat diakhiri dengan salam. Sesudah shalat, aku berdzikir dan berdoa terlebih dahulu. 3 menit telah berlalu, aku sudah selesai berdzikir dan berdoa. Aku langsung keluar dari masjid. Lalu, masuk ke kelas 1 Ubay. Disana, Pak Faridi menjelaskan tentang telur itu. Dan juga percobaaan yang lain tapi sama konsepnya. Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore. Pak Faridi membolehkan siswa sains club untuk beres-beres. Usai beres-beres, Pak Faridi menyiapkan. Semua siswa duduk tertib. Kelmpok akhwat yang pulang duluan. Tiba saatnya kelompokku di pilih untuk pulang. Aku pun bersalaman seraya mengatakan “Assalamualaikum..”. Tak.. tik.. aku berjalan keluar. Aku masih belum juga di jemput. Aku menunggu dulu dengan sabar. Tapi… tak apalah. Di pikiranku, terngiang kata-kata mabit. Jum’at depan, di sekolah ini akan mengadakan mabit. Khusus kelas 4 dan 5. Hmm.. seperti apa ya mabit itu? aku baru pertama kali akan mabit. Tapi.. tunggu saja minggu depan di Hari Jum’at.
Jam berputar. Sekarang, sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. Akan tetapi, aku belum juga di jemput. Satu per satu, guru-guru pulang. Tinggal tersisa beberapa guru lagi disini. Untung masih ada Bu Diah wali kelasku. Bu Diah sedang duduk di depan masjid. Sedangkan aku, duduk di tempat duduk dekat kelas 1 bilingual. Yaitu, kelas 1 Ali bin Abitholib. Aku merasa mulai bosan. Aku segera mengambil buku gambarku dan pinsil. Perlahan, aku menggambar dengan senang hati. Baru sebentar aku menggambar, Ummi ku datang untuk menjemput. Dengan gesit, aku merapikan buku gambarku. “Huh.. akhirnya sudah di jemput” gumamku. Bu Diah memanggilku. Bu Diah memanggilku untuk memberitahu jika Ummi sudah menjemputku. Aku berlari menuju Ummi. Kebetulan, Ummi sedang ada di depan Bu Diah. Karena sudah ada aku, Ummi pamit kepada Bu Diah. Spontan, aku salam kepada Bu Diah. Aku dan Ummi meninggalkan Bu Diah.
Di luar sekolah, Aku dan Ummi menaikki Motor. Brem… motor melaju cukup kencang. Tak terasa, aku dan Ummi sudah sampai di rumah. Ummi masih memarkirkan motor. Sedangkan aku, langsung membuka pintu. CEKLEK.. pintu terbuka lebar. Aku pun masuk ke dalam rumah seraya berkata “Assalamualaikum..” “Waalaikumsallam” jawab Abi dan Kak Nida. Aku langsung pergi kekamaerku. Aku menggeser pintu kamarku. Model pintu kamarku itu kan, kaya di Jepang. Itu lho! pintu geser. Terbuat dari kusen alumunium dan kaca tembus pandang. Supaya tidak kelihatan oleh orang-orang, pintu kamaraku di tutupi oleh gorden berwarna hijau. Diatasnya, untuk hiasannya berwarna hijau. Didinding kamarku juga ditempeli wallpaper bergambar kehidupan di laut. Aku segera merebahkan badanku di kasur. Tiba-tiba, aku teringat sahabatku yang sudah pindah ke Tasikmalaya. Yaitu, Fadhli. Aku mengingat-ingat kenangan di kelas 3 bersama Fadhli. Fadhli itu orangnya pendiam, namun sering diejek oleh teman-teman. Kasihan sekali Fadhli. Aku mengambil secarik kertas. Secarik kertas itu, berisi tentang surat untuk Fadhli. Surat ini kubuat waktu dulu. Tepatnya saat Fadhli sudah pindah. Mataku mulai berkaca-kaca. Surat ini tak tersampaikan kepada Fadhli karena, aku tak tahu Alamat yang jelas serta kode posnya. Yang aku tahu, hanyalah Tasikmalaya. Pikiranku campur aduk. Aku tak tahu akan apa. Aku segera menghapus air mataku itu. “Nadhif.. jangan bersedih! nanti kan kamu akan mabit. Suatu saat, pasti kamu akan bertemu lagi dengan Fadhli” hatiku seakan berkata-kata seperti itu. tangisanku itu mulai merda. Perasaan sedihku itu menjadi kebahagiaan. senyuman manisku kembali datang.
1 minggu kemudian…
Sekarang, hari yang ditunggu-tunggu olehku datang. Hari jum’at, tanggal 15 Februari 2013. Aktivitas di sekolah sudah selesai. Maksudnya, semua kelas sudah dipulangkan. Tadi, aku baru saja lomba Pramuka. Aku duduk di teras depan masjid. Aku menonton yang sedang main bola. Sambil menton yang main bola, aku mengobrol bersama Raffy temanku. Aku dan Raffy mengobrol tentang mabit nanti. Jam mudah berlalu. Raffy pun telah di jemput. Aku masih menunggu disini. Rasa bosan sih ada. Tapi, aku harus sabar untuk menunggu di jemput. Memang, aku setiap hari dari kelas 1-4 suka di jemputnya telat (Meski kadang tepat waktu?). Akhirnya, aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar sekolah. Belum jauh dari sekolah, terlihat samar-samar orang yang mirip dengan ummiku. Tak lama, orang itu mendekat. Ternyata, dugaanku benar. Itu adalah Ummiku. Aku segera berlari sekencang mungkin ke sekolah. Di sekolah, aku langsung mengambil tasku dan menghampiri Ummiku yang sudah menunggu. “Ummi! sekarang jam berapa?” tanyaku. “Jam 03.00 sore” jawab Ummi. “Keburu enggak? nanti mabit? takutnya telat” aku kembali bertanya-tanya kepada Ummi. “Ehmm.. keburu lah” jawab Ummi. Aku pun segera menaikki motor di belakang. Brem.. motor yang ditumpangi aku melaju perlahan.
Di jalan, aku mengobrol-ngobrol bersama Ummi. Aku dan Ummi berhenti di pedagang Es Buble. Eum.. yumy.. enak… mantap.. delicious.. pokoknya enak banget deh! Aku akan membelinya. Aku langsung turun dari motor. Ummi memberiku uang. “Ummi ke Alfa aja beli apa aja untuk snack mabit. Terserah, yang penting jangan chiki. Nanti aku kesana nyusul” kataku sedikit panjang lebar. Kemudian, aku membeli Es Buble rasa susu putih. Teteh pedagannya dengan ramah memberikan Es buble itu. Akupun membalasnya dengan cara tersenyum manis. Tak lupa, aku membayar Es Buble. “Makasih” kataku. “Samasama dik” sahut Teteh cantik itu. Aku segera meninggalkan Tempat Es Buble. Hentakan kakiku terdengar. Trap.. trap.. aku berjalan menuju sebuah supermarket yaitu Alfamart. 1 menit kemudian, aku sampai di depan Alfamart. Aku menarik pintu. Dengan cepat, aku memasukki Alfamart. Di dalam, sudah ada Ummi yang sedang memilih sesuatu makanan. “Ummi!” aku menghampiri Ummi. Mataku tiba-tiba tertuju pada keranjang yang sudah sebagian terisi oleh makanan. “Mau beli apa? minuman nya?” tanya Ummi lembut. “Hmm..” aku berfikir dulu. “Mau Teh Kotak?” tawar Ummi. “Enggak ah” tolakku. Aku pun membuka lemari es dan mengambil sebuah minuman pulpy rasa lidah buaya. Setelah itu, aku menutup lemari es dan tentunya memasukkan minuman itu ke dalam keranjang. Kemudian, aku menuju rak makanan. Aku mengambil biskuit secukupnya. Tak lama, aku mengajak Ummi untuk ke kasir. 2 menit telah berlalu. Aku sudah ada di luar Alfamart. Sekarang aku sedang menunggu Ummi. Ummi pun keluar dari Alfamart. Aku segera menaiki motor. Ummi menaiki juga dan menyalakan mesin motor. Brem.. motor melaju. Sesampainya di rumah, aku membereskan minuman dan makananku untuk bekal nanti. Lalu, aku wudhu dan shalat Ashar. “Assalamualaikum..” aku mengakhiri shalat dengan salam. Aku langsung menyiapkan barang-barang dan memasukkannya ke tas. Tak lupa, aku akan membawa 22 KKPK. Itu pun masih sebagian masih ada lagi buku KKPK. Tas ku dipenuhi oleh KKPK. Usai memasukkan barang-barang, aku pun keluar. “Ummi… cepet!” teriakku. “Iya sebentar” sahut Ummi. Akhirnya, Aku dan Ummi berangkat ke sekolah sekarang. Sekarang,
Aku sudah sampai di sekolah. Aku langsung salam kepada Ummi. Aku di sambut oleh teman-temanku. Dengan semangat, aku masuk ke dalam sekolah dan masuk ke dalam 1 khalid. Khalid, adalah penyimpanan barang-barang Ikhwan kelas 4 Zaid dan 4 Mush’ab. Aku keluar untuk melihat pemandangan yang ditemani angin sepoi-sepoi.
Kakak kelas dan teman-temanku banyak yang sedang berlarian di lapangan. Ada juga yang membaca buku dan lain-lain. Beberapa menit kemudian, acara mabit dimulai. Oh iya! mabit itu singkatan dari Malam Bina Iman dan Taqwa. Itulah arti dari mabit. Aku menjalani mabit ini dengan senang dan lancar. Meski saat tidur memalukan. Acaranya adalah shalat berjamaah maghrib, istirahat untuk makan, shalat berjamaah isya, menonton, mentoring klasikal, wudhu, sikat gigi, dan tidur. Semua tidur dari jam 11.00. Ada juga yang tidur jam 12.00 bahkan tidak tidur. Setelah tidur, shalat berjamaah thajjud / kiyamullail, murajaah, kuliah tujuh menit lebih, dan membaca Al-matsurat. Nah, itu dia acaranya. Sekian dariku.. inilah ceritaku apa ceritamu?

الأحد، 18 مايو 2014

Cerpen

“SENGSARA AKIBAT MALAS”
                                                                                                                                                              
                Setianegara kecamatan Cilimus di sanalah Toni berasal. Dia tinggal bersama nenek dan kakeknya, karena orang tuanya tinggal di Bandung. Dia bukanlah seorang yang kaya apalagi untuk menjadi seorang sarjana. Dia hanyalah seorang tamatan SMP,  tuturnya dia enggan  melanjutkan sekolah karena dia malas untuk belajar. Berbeda sekali dengan sepupunya  Nana, yang ingin sekali melanjutkan sekolah, walaupun akhirnya dia juga tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.
                Dari kecil Toni berwatak keras dan juga egois. Dalam berbagai hal, dia selalu ingin menjadi nomor satu. Baik dalam uang jajan, kasih sayang, dan sebagainya. Dia pernah menjalin kasih dengan perempuan bernama Sari, tetapi kekasihnya itu selingkuh dengan lelaki lain, bahkan sekarang  mereka sudah menikah. Mengetahui itu dia sangat kecewa, hingga akhirnya sifat dia yang keras sekarang ini tambah menjadi-jadi. Dia sering mabuk-mabukan, beberapa hari tidak pulang ke rumah, dan lain sebagainya. Tapi untungnya, suatu hari ada orang yang menawarkan  dia dan sepupupunya untuk bekerja di Jakarta. Hingga akhirnya merekapun memutuskan untuk menerima tawaran  tersebut dan pergi ke Jakarta.
                Di Jakarta mereka bekerja di sebuah sorum mobil yang cukup besar. Mereka memang tidak mempunyai keahlian dalam bidang tersebut, tetapi lama kelamaan merekapun ahli dalam bidang otomotif tersebut. Toni bekerja dengan  cukup baik meskipun kadang-kadang dia sering sekali bermalas-malasan apabila bosnya menyuruh sesuatu. Berbeda sekali dengan Nana, Nana  bekerja lebih baik dan sangat rajin, oleh sebab itu dia sering mendapat uang seseran.
                Toni adalah orang yang banyak sekali keinginan, tapi dia tidak ingin bekerja keras. Mungkin bisa dibilang dia itu hanya menunggu keajaiban datang. Sedangkan Nana orangnya sangat ulet, tekun dan sangat penurut. Hingga lama-kelamaan Toni merasa iri terhadap Nana. Toni beranggapan bahwa bosnya itu pilih kasih. Padahal sebenarnya bosnya itu sangat mengerti dengan sifat dan sikapnya Toni, sehingga bosnya sudah bosan untuk memerintah si Toni.
                Tiga tahun kemudian, sikapnya agak aneh. Pernah suatu hari dia meneleponku, sekitar pukul 22.30. Nada dering dari group band Vierra berbunyi dari ponselku. Setelah ku lihat ponsel, ternyata  dari Toni. Aku sangat kaget, karena takut terjadi sesuatu. Biasanya orang yang menelepon saat tengah malam itu ada sesuatu yang penting. Dengan hati was-was akupun mengangkat telepon itu.
Dan “hallo, assalamualaikum?” sahutku.
“hallo, walaikumsalam.. lagi apa Lah?” tanyanya.
“lagi di kamar aja. Kalo Toni lagi apa?” tanyaku.
“oh…  Aku lagi makan nih di  Restoran padang. Mau nggak?”
“oh.. nggak makasih. O iya, ada apa malam-malam gini nelpon?” tanyaku heran.
“nggak papa.. o ya, aku punya tebak-tebakkan nih mau nggak?”
“oh… boleh-boleh aja.” Jawabku.
                Sekitar 15 menit aku teleponan dengan Toni dengan tema yang sangat tidak penting yaitu “teka-teki.”
                Setelah aku callingan dengan Toni, dua minggu kemudian aku mendapat kabar dari sepupunya bahwa Toni sedang sakit. Sakitnya lumayan parah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang kampung, supaya ada yang  merawat dan menjaganya. Sampai di kampung aku melihat kondisi badan dia yang sangat memprihatinkan. Badannya sangat kurus dan mukanya pucat pasi.
                Tiga hari dia di rumah nenek  dan kakeknya sifatnya aneh, dia lebih tertutup. Beberapa hari kemudian, kelakuannya tambah parah. Dia sering sekali berbicara yang sangat menyakitkan hati orang yang mengajaknya bicara. Entah kenapa dia menjadi seperti itu. Keluarganya sangat khawatir melihat keadaannya itu.
                Beberapa minggu di kampung, tingkat keparahannya meningkat. Dia sering merusak peralatan rumah tangga dan barang-barang elektronik. Nenek dan kakeknya sangat bingung harus melakukan apa. Lalu, nenek dan kakeknya memberi tahu kabar tersebut kepada orangtuanya yang berada di Bandung.
                Suatu hari terjadi adu mulut Toni dengan neneknya. Dan pagi harinya, ketika neneknya akan membangunkan Toni, neneknya itu memergoki dia akan meminum racun serangga. Untungnya neneknya berhasil mencegahnya, tetapi ada sedikit racun yang sudah tertelan. Hingga akhirnya Toni dilarikan ke rumah sakit. 
                Semua keluarga besar berkumpul untuk merundingkan kesehatan Toni, dan akhirnya mereka memutuskan untuk membawanya ke suatu pesantren di Jawa Tengah.
                Keluarga  Toni merasa sedikit tenang, karena Toni sudah ditempatkan ditempat yang seharusnya. Dua minggu kemudian, nenek dan kakeknya ingin mengetahui keadaan Toni, merekapun pergi ke pesantren itu. Setelah sampai disana mereka tidak diperbolehkan untuk bertemu langsung dengan Toni. Pengurus pesantren berkata bahwa selama tiga bulan Toni tidak boleh bertemu dengan keluarganya. Mendengar itu tentu saja mereka sangat kecewa.
                Setelah tiga bulan berlalu, Toni kembali ke rumah nenek dan kakeknya. Tapi tidak ada perubahan sedikitpun, hanya fisiknya yang berubah. Badannya penuh dengan korengan. Toni pernah berkata bahwa dirinya dikurung di sebuah kamar yang pengap, makan setiap harinya hanya dengan telur saja, dan sulit sekali mendapatkan air bersih terutama untuk minum dan mandi. Pakaian pun hanya diberikan seadanya. Padahal sewaktu nenek dan kakeknya pergi menjenguknya, mereka menitipkan pakaian kepada pengurus pesantren tersebut. Tetapi ternyata pakaian tersebut tidak diberikan kepada Toni.
                Beberapa minggu setelah pulang dari pesantren, akhirnya dia kembali bekerja di Jakarta. Tetapi tak lama kemudian sakitnya kambuh kembali. Diapun akhirnya dikembalikan lagi ke kampungnya. Di kampung kelakuannya semakin parah. Pikirannya semakin aneh. Dia merasa kalau dia itu sudah menikah di Bandung  dan sudah punya seorang anak. Padahal sebenarnya punya pacarpun tidak. Nenek dan kakeknya Toni  tidak bisa melakukan apa-apa, karena apabila menasihatinya justru masalahnya akan semakin rumit.
                Besok paginya Toni berangkat ke Bandung untuk mencari istri dan anaknya. Tapi sebelumnya dia akan menemui orang tuanya yang berada di Bandung juga.
                Setelah dua hari dirinya berada di Bandung dan tidak mendapatkan apapun, akhirnya dia pulang kembali ke rumah kakek dan neneknya. Seperti biasa, kelakuan dan sikapnya tambah aneh. Dia sering sekali menyentak keluarganya, terutama neneknya.
                Pada suatu hari jam 2 dini hari, neneknya mendengar ada seseorang di dapur. Dan ketika dilihat ternyata ada si Toni yang sedang memegang obat hama tanaman. Neneknya langsung merampas dari tangan si Toni, karena takut terjadi sesuatu. Akibatnya terjadi perseturuan antara nenek dan cucu. Tapi sayangnya sewaktu neneknya akan merampas obat hama/racun tersebut, obat itu malah tumpah mengenai pakaian neneknya. Yang akhirnya obat hama tersebut berceceran di lantai dan menyebabkan sekeluarga muntah-muntah karena tidak tahan dengan bau dari obat hama yang menyengat tersebut. Karena neneknya tidak berhenti muntah-muntah, neneknya langsung dibawa ke rumah sakit.
                Setelah menggagalkan aksi bunuh diri yang dilakukan Toni untuk kedua kalinya, akhirnya  nenek dan keluarga lainnya untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya. Karena rumah dan seisinya tercium bau menyengat akibat dari tumpahan obat hama tersebut. Sedangkan si Toni ditemani oleh orang tuanya yang sengaja datang karena diberi kabar  oleh keluarganya.
                Sementara nenek dan keluarga yang lainnya menginap dirumah saudaranya. orang tua dan saudara-saudara yang lainnya bermusyawarah untuk menentukan kelanjutan hidup dari si Toni. Setelah berjam-jam berdebat, akhirnya mendapat jalan tengah juga. Mereka akan mengirimkan Toni ke pesantren yang benar-benar bagus dan tentunya bukan pesantren yang pertama kali dikunjungi. Dan untuk kali ini tanpa paksaan sedikitpun. Lain dengan yang pertama, yang penuh dengan paksaan dan kebohongan.
                Besok paginya Toni langsung dibawa ke pesantren dengan diantar oleh orangtuanya. Dan sampai sekarang dia masih di pesantren tersebut. Harapan keluarga, Toni bisa pulang dengan sehat dan normal lagi seperti dahulu.
                Sampai detik ini aku dan keluarga Toni belum tahu apa penyebab pasti dari sakitnya Toni. Tapi keluarganya banyak berpendapat bahwa itu karena terlalu banyak keinginan, yang tidak disertai dengan usah dan kerja keras. Seperti kata pepatah “menunggu hujan uang dari langit.” Tentu saja itu sesuatu yang mustahil.
Apabila kita ingin bahagia maka kita harus mau berusaha.

cerpen



Dunia itu Sempit!

Gadis itu perlahan membuka matanya. Cahaya matahari yang menembus celah-celah tirai kamarnya membuatnya terbangun dari mimpinya.
“Husna! Bangun, sudah siang!”
Suara dari luar kamarnya membuatnya terdorong untuk beranjak dari tempat kesayangannya; kasurnya.
“Iya, Maa..” Husna menyahut dengan malas. Dia berjalan kearah pintu kamarnya, saat ia membuka pintu kamarnya, ibu nya sedang berdiri tepat di hadapannya.
“Aduh, Ma.. Ini kan hari libur! Kok pagi-pagi gini udah ngebangunin Husna, sih?”
“Hey, sekarang sudah siang, jam 8 lho.” kata ibunya sambil mengelus rambut Husna.
“Mama.. Kalau hari libur, jam 8 itu masih pagi, Ma..”

Hari itu memang hari libur. Dua hari yang lalu adalah pembagian rapor semester 4 di sekolah Husna, SMP Merdeka. Dan hasil rapor nya? Tidak diragukan, dia meraih nilai tertinggi di kelasnya. Dan sekarang, Husna sudah jadi anak kelas 9!
“Husna, kamu ingat tidak hari ini hari apa?” kata ibunya.
“Hari libur, Ma..”
“Aduh, Nak.. Pikiran kamu kok ke libur terus, sih? Maksud mama, nama hari nya, hari apa?”
“Hmm.. Husna lupa.”
“Hmm.. Kalau kamu lihat ini pasti ingat.”
Ibunya mengeluarkan 3 lembar kertas yang sedari tadi ia sembunyikan di balik tangannya, dan ia menyimpannya tak jauh dari mata Husna.
Husna menyipitkan matanya agar dapat melihat kertas itu lebih jelas. Dalam waktu kurang dari 5 detik, matanya langsung terbelalak.
“Hari Selasa! Ketemu teteh! Ayo ke Malang!”
Husna yang tadinya lemas dan malas-malasan, seketika berubah menjadi segar dan semangat. 3 lembar kertas itu benar-benar telah menyihirnya! Husna pun langsung berlari ke kamar mandi. Ibunya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat anaknya itu.
Ternyata, 3 lembar kertas itu adalah tiket kereta. 3 tiket kereta menuju Malang untuk Husna, ibunya, dan ayahnya. Memang, mereka telah merencanakan liburan kali ini untuk pergi ke kota Malang, untuk mengunjungi kakak perempuan Husna yang menetap disana.
***
Sore harinya, Husna dan kedua orang tuanya pergi menuju sebuah stasiun kereta di kota Bandung. Perjalanan Bandung-Malang memakan waktu sekitar 1 malam. Untuk mengisi waktunya itu, Husna mengirim pesan singkat kepada teman dekatnya di sekolah, Dini.
To   : Dini (081234567890)                  
Hey, lagi ngapain? Bosen nih.. :(
5 menit berlalu. Dini belum juga membalas pesan Husna.
“Ah, mungkin udah tidur kali ya.” ujar Husna sambil memasukkan handphone ke saku rok nya. Ia pun terlelap seiring dengan merdunya suara hujan gerimis di luar sana.
***
Husna membuka matanya. Rupanya ia masih di dalam kereta.
“Lama banget sih sampainya.” Husna meringis.
Ia melihat keluar jendela, roman-romannya, ini sudah di Jawa Timur. Benar saja, 10 menit kemudian, ia sampai di stasiun. Dengan semangat, Husna menuruni kereta. Udara pagi di kota Malang benar-benar sejuk kala itu. Dari stasiun, ia langsung menuju kediaman kakak perempuannya yang dirindukannya itu.
Sekitar 30 menit, akhirnya ia sampai di tempat tujuannya.
“Assalamu’alaikum..”
Seseorang dari dalam membuka pintu rumah tersebut.
Terdengar suara anak kecil yang khas dari balik pintu. “Wa’alaikumussalam..”
“Aaaaaddeeeeek..!!” Husna langsung memeluk anak kecil itu yang ternyata adalah keponakannya. Tak lama kemudian, muncullah sesosok perempuan yang sudah tak asing lagi bagi Husna, yaitu kakak perempuannya.
“Teteh..!!” Husna ganti memeluk kakak perempuannya yang ia panggil teteh. Selepas itu, mereka berkumpul bersama melepas kerinduan diantara mereka.
Hari-hari di Malang dilewati Husna dengan suka ria, canda, bermain bersama keponakan kecil nya, dan tak lupa berpetualang di kota Malang.
Tak terasa 1 minggu sudah terlewati. Saatnya Husna dan kedua orang tuanya pulang kembali ke kota asal, Garut.
Sehari sebelum kepulangannya ke Garut, Husna mengirim kembali pesan singkat pada temannya, Dini. “Ah, siapa tahu sekarang sms-nya di balas.” kata Husna dalam hati.
To   : Dini (081234567890)                  
Din, liburan kemana nih?
2 menit kemudian, handphone Husna berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.
“Nah, pasti ini Dini!” ujarnya sambil tersenyum dan meraih handphone nya.
Ia melihat layar handphone nya.
“Yaaah.. Malah sms dari operator!” ujar Husna meringis.
Beberapa menit kemudian handphonenya berbunyi kembali.
“Nah, ini baru bener dari Dini!”
From           : Dini (081234567890)      
Aku liburan di Surabaya :D kamu liburan kemana, Na?
“Hah? Surabaya? Deket Malang, dong. Sama-sama Jawa Timur. Kok bisa sama gini ya?” Husna mengetik kembali balasan sms nya.
To   : Dini (081234567890)                  
Wah? Bener di Surabaya? Aku lagi di Malang, Din! Cuman besok juga pulang sih.
From           : Dini (081234567890)      
Bener, Na.. Aku juga besok pulang kok. Malang? Deket dong?
To   : Dini (081234567890)                  
Masa? Pulangnya naik apa? Kalo aku sih naik kereta.
From           : Dini (081234567890)      
Naik kereta juga :D kamu kereta apa, Na? Jangan-jangan samaan juga nih.
To   : Dini (081234567890)                  
Turangga, kamu?
To   : Dini (081234567890)                  
Tuh kan sama! Aku juga Turangga!
“Hah? Masa sih sama? Hmm.. Apa Dini cuma bercanda? Dia kan seneng bercanda!” Husna melanjutkan kembali mengetik pesannya pada Dini.
To   : Dini (081234567890)                  
Ahh, kamu bercanda ya, Din?
From           : Dini (081234567890)      
Nggak lah.. Seriusan..
To   : Dini (081234567890)                  
Hmm.. Iya deh. Turangga yang jam 6 bukan? Gerbong berapa? Aku gerbong 3.
From           : Dini (081234567890)      
Iya jam 6. Gerbong 3 juga. Ih, kok sama sih?
“Haduh ini si Dini beneran bercanda nih. Masa dari kereta, jam berangkat, gerbong, semuanya samaan?”
Masih dengan rasa ketidakpercayaannya, Husna segera tidur karena keberangkatan kereta besok adalah di pagi hari, jam 6.
***
Pukul 4 pagi, Husna sudah terbangun. Ia bersiap untuk pulang ke Garut. Ia teringat kembali Dini yang katanya naik kereta yang sama, jam yang sama, gerbogn yang sama dengannya.
“Ma, boleh lihat tiket kereta kita?” kata Husna sambil melahap sarapannya.
“Ini. Kenapa, Na?” Ibunya menyodorkan tiket kereta itu.
Husna memperhatikan baik-baik huruf yang tertera disana.
“Turangga. Jam 6. Gerbong 3. Husna nggak salah lihat kan, Ma?”
“Iya, bener kok. Emang kenapa?” kata ibunya dengan penuh rasa heran.
“Itu, temen Husna, Dini. Mama tahu kan? Katanya sekarang dia ada di Surabaya dan mau pulang juga ke Garut hari ini. Keretanya sama lho, Ma. Jam berangkatnya juga, gerbongnya juga. Kok bisa gitu ya? Apa dia cuma bercanda? Dia kan orangnya gitu, Ma, suka bercanda.” Papar Husna panjang.
“Oh, iya? Bisa aja dia bener, Na. Dunia kita ini sempit, bisa aja kalian ketemu di tempat yang jauh kayak Malang ini.”
“Iya sih, cuman..”
“Ah, sudah, lanjutin dulu makannya!”
“Hmm..” Husna melanjutkan sarapannya.
***
Pukul 5, Husna dan kedua orangtua nya menuju stasiun kereta. Masih dengan rasa tidak percaya nya, Husna meng-sms kembali Dini.
To   : Dini (081234567890)                  
Din, beneran nih Turangga jam 6 gerbong 3? Aku udah di stasiun.
From           : Dini (081234567890)      
Bener.. Masih di jalan nih.
Husna duduk di ruang tunggu. Mulai terlihat banyak orang yang berlalu-lalang disana. Tapi hingga pukul 05.30, sosok Dini tak juga dijumpainya.
“Tuh kan, jam segini aja belum ada. Berarti dia bohong nih.” ujar Husna kesal.
Entah kenapa, Husna ingin sekali melihat ke pintu masuk stasiun. Dan saat ia melihat ke arah pintu masuk, terlihat sesosok gadis yang tak asing baginya. Badannya tidak terlalu tinggi, berkulit putih, memakai baju biru. Ya! Itu Dini!
Husna segera beranjak dari tempat duduknya. Ia memfokuskan matanya kembali pada orang itu, takutnya, ia salah lihat.  Orang itu berjalan semakin dekat ke arahnya. Dia melambaikan tangannya pada Husna. “Hey, Husna! Aku nggak bohong, kan!”
Ya, benar! Itu benar-benar Dini!
“Hah? Kamu serius Dini, kan?” Husna masih saja tak percaya.
“Iya lah, Na! Haduh, kamu itu gimana, sih!”
“Ih, kok bisa sih, Din, kita ketemu disini? Aku kira kamu bercanda. Biasanya kan kita ketemu di sekolah, di Garut. Kok ini bisa di Malang, sih? Haduh, dunia ini emang sempit ya, Din!” Husna tertawa.
“Haha, iya nih. Anehnya, kita satu kereta, satu gerbong lagi!”
“Iya! Eh, boleh lihat tiket kamu? Kita foto aja, yuk! Temen-temen di sekolah pasti nggak nyangka tentang pengalaman kita ini, gimana?”
“Haha, boleh juga tuh!” Dini mengeluarkan tiket keretanya.
Jepret! Mereka mengambil foto bersama dengan tiket mereka itu.
Jam 6, kereta Turangga membawa Husna dan Dini pergi meninggalkan kota Malang yang penuh kenangan bagi mereka.
Benar-benar pengalaman yang unik bagi Husna dan Dini. Ah, dunia ini memang sempit, kawan!

الثلاثاء، 13 مايو 2014

Doa Wudhu

DOA-DOA SAAT MEMBASUH ANGGOTA BADAN SAAT BERWUDHU

12 April 2013 pukul 21:13
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Doa ketika membasuh dua pergelangan tangan:
اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيكَ كلها
Allohummahfidz Yadayya Min Ma a'syika Kulliha
Artinya: Ya Allah, peliharalah kedua tanganku daripada melakukan maksiat
kepadaMu.
2. Doa ketika berkumur:
اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
Artinya: Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan
bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.
3. Doa ketika membasuh hidung:
اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ
Allohumma Arihni Roihatal Jannati

Artinya: Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.
4. Doa ketika membasuh muka (setelah membaca niat wudhu dalam
hati):
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ
وُجُوْهٌ
Artinya: Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah
dan hitamnya wajah-wajah.
5. Doa ketika basuh tangan kanan:
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً
يَسِيْرًا
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
Artinya: Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan
hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.
6. Doa ketika membasuh tangan kiri:
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ
ظَهْرِىْ
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
Artinya: Ya Allah, janganlah beri kepadaku kitab amalanku dari sebelah
kiri atau dari sebelah belakang.
7. Doa saat membasahi kepala:
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada
neraka.
8. Doa ketika membasuh dua telinga:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar
ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik.
9. Doa saat membasuh dua telapak kaki:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ
اْلاَقْدَامِ
Allohumma Tsabbit Qodami 'Alaa Syirothika yauma tazillul Aqdam
Artinya: Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol
mustaqim pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.
10. Doa setelah berwudhu:
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ
أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ
اْلمُتَطَهِّرِيْنَ وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu
baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya.
Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan
jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci. Dan selawat dan
salam kepada penghulu kami Muhammad, keluarganya, dan
sahabat-sahabatnya. Salam Fillah, Semoga bermanfaat.

70 Nasehat Uje

70 Nasehat Uje (Ustadz Jefry Al-Buchori)

Wall Tube - Ustadz Jefri Al-Buchori telah meninggalkan kita pada Jumat (26/4/2013) dinihari. Beliau mengembuskan napas terakhirnya setelah motor Kawasaki ER-6n warna hijau bernomor polisi B 3590 SGQ yang dikendarainya menabrak pohon dan trotoar di Jalan Gedung Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Ustadz gaul yang banyak digandrungi dan dekat dengan kawula muda ini selalu santun dalam menyampaikan dakwah sehingga gampang diterima oleh banyak kalangan. Berikut adalah 70 nasehat Uje yang beliau sampaikan kepada kita yang ditinggalkan dan tentunya bakal menyusul beliau juga nantinya:Uje - Ustadz Jefri Al-Buchori
Uje - Ustadz Jefri Al-Buchori

1. Yang paling banyak aku sembunyikan adalah keburukanku.. Dan yang paling banyak aku tampakkan adalah kebaikanku.2. Diri ini sll ingin kelihatan baik di mata manusia yg lain.. Padahal begitu jelas keburukannya di mataMU.. Ampuni aku.. Ampuni aku..
3. Knp manusia gak blh blama2 mnanam kbencian, dendam & kmarahan, khawatir gak ada umur, kmdn mati membawa itu semua, na'udzu billah.4. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Hina.. Hina dlm Perbuatan.. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Buruk.. Buruk dlm Sangkaan..

5. Gak ada satupun manusia yg gak pernah bbuat salah.. Lalu knp jd sulit u/ mmaafkan orang yg telah bbuat salah kepada dirinya..?6. Pd dasarnya manusia itu makhluk yg mmiliki sifat lemah lembut & cerdas, hanya sj dlm pjalanannya nafsu yg tdk baik tlh mengotorinya

7. kBenaran itu mngajak bkan mnginjak, mrangkul bkan mmukul, mmeluk bkan mnekuk, munculkan hrapan bkan mupuskan hrpan, tdk mrs lbh baik8. bHati2la­h pd org dengki, apapun akan mjadi salah dihadapannya, org dengki tdk pernah menyadari kedengkiannya, kecuali ada Hidayah9. Memberi maaf tidak harus menunggu yang salah meminta maaf.. itulah kemuliaannya..10. Pd akhirnya smua akan mnemukan yg namanya titik jenuh. Dan pd saat itu,kembali adlh yg tbaik. Kembali pd siapa? Kpd "DIA" pastinya

11. Selama suami tdk ridho selama itu pula ibadahnya tdk diterima.. Tapi suami yg bijak akan menasehati dan memaafkan..
12. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Hina.. Hina dlm Perbuatan.. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Buruk.. Buruk dlm Sangkaan..13. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Lupa.. Lupa dlm Kebaikan.. Kemarahan bs mbuat seseorang menjadi Terlena.. Terlena dlm Amarah..14. Kemarahan bs mbuat seseorang mjadi Buta.. Buta dlm Memandang.. Kemarahan bs mbuat seseorang menjadi Kacau.. Kacau dlm Berfikir..15. Santun dalam penyampain dan tutur kata menunjukkan ketinggian budi pekerti seseorang..16. Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya.. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan..

17. Tdk ada yg salah pada diri siapapun.. Hanya cara menilainya saja yg suka keliru karena tdk tau..
18. Lisan saja tdk cukup utk memberi "maaf".. Perlu hati juga utk memaafkan.. Sehingga "tulus" adanya..19. Maaf bukanlah hiasan bibir.. Tapi ketulusan hati..20. Meski maaf membutuhkan kata utk diucap.. Maaf juga membutuhkan perbuatan sebagai bukti utk dirasa..

21. Saatnya "melembutkan hati" dgn maaf.. Memberi maaf berarti "memilih kemuliaan" disisi Alloh sWt..22. Merdeka berarti harus membangun.. Bukan utk pribadi atau golongan.. Makmur utk semua.. Adil utk semua.. Hukumpun berlaku utk semua

23. Bagi orang yg "pelit" segala sesuatu bisa menjadi sangat "mahal"
24. Doa.. Usaha.. Istiqomah.. Tawakkal adalah modal utk sukses..25. Mengeluh tanpa usaha mcari jalan keluar apalah artinya, mengeluh tdk akan mrubah apapun yg tlh tjadi, tinggal bagaimana memperbaiki
26. Jk ada org berilmu tp msh suka mjatuhkan org lain didepan umum utk mnunjukkan dirinya lbh pintar, Dia bukanlah org berilmu yg bijak
27. Alangkah baiknya org2 yg sibuk meneliti aib diri mrk sendiri dg tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain.. Ad-Dailami
28. Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka.. (HR. Ahmad)29. Al-Qur'an.. Mbacanya ada kemuliaan.. Mbaca lalu mmahaminya ada kemuliaan & keutamaan.. Mengamalkannya itulah para kekasih Alloh..30. Lelahnya mjadi org dengki, Setiap saat dia hrs mcari2 & menunggu2 kesalahan org yg didengkinya, jk tdk ada dia akan mfitnahnya..31. Jk kita hanya blh mmilih 5 didunia ini mk pilihlah agama, harta, akhlaq mulia, rasa malu & pemurah. Pesan luqmanul hakim pd anaknya
32. Jk disuruh mmilih yg tburuk dr dirimu mk pilihlah "hati & lidah" mu.. Kaerna byk orang yg tdk selamat dikarnakan hati dan lidahnya33. Jk disuruh mmilih yg tbaik dr dirimu mk pilihlah "hati & lidah" mu, Karena byk orang yg menjadi mulia dikarnakan hati dan lidahnya
34. Hati yg tak ramah seringkali membuat lidah jadi bermasalah.. Dan perkataan yg baik tdk akan lahir dari lisan yg suka menghina..35. "Hati dan lidah" seringkali jadi pangkal "masalah"
36. Ke'arifan dan kebijaksanaan ada di dalam hati orang2 yg hatinya lembut..37. Berlemah lembutlah kalian kepada orang yg tidak faham.. Sehingga karna kelemah lembutan kalian mereka menjadi faham..
38. Kbaikan akan m'antarkan seseorang kpd kebenaran & kebenaran akan m'antarkan seseorang kpd puncak pengetahuan lalu mjadi rendah hati39. Puncak ibadah adalah kerendah hatian.. Bukan merendahkan..
40. Betapa pentingnya sebuah adab.. Sampai2 menyampaikan kebenaran saja wajib dgn adab..

41. Senyum sj.. Meski senyum itu tak tbalas.. Karna senyumnya orang yg beriman dgn niat ibadah.. Bukan utk dibalas lagi dgn senyuman..42. Mencium tangan dan kening ibunda adalah obat kedukaan serta mengundang datangnya keberkahan..

43. Yaa Allah.. Fahamkan aku atas segala urusanku.. Hingga pada akhirnya aku tdk berburuk sangka atas takdirku..
44. Lakukanlah sesuatu yg bisa membuat orang2 disekelilingmu tersenyum dan bahagia.. Itulah sebaik2nya akhlaq..

45. Rizki tidak harus selalu berupa harta.. Kesehatan dan kemantapan iman adalah rizki yg sangat luar biasa..46. "belajar agama" itu bukanlah utk "menyalahkan" orang lain..

47. Belajar agama bkn hanya u/ mjadikan diri baik, Tapi jg manfaat. Syg jika hanya baik utk diri tapi tdk bermanfaat bagi sekitarnya..48. Pastikan langkah kita gak keliru.. jk keliru buru2 sadar diri dan segera kembali.. sebelum terlambat..

49. selama tinggal didunia tdk akan ada kesenangan & kesusahan yg abadi.. artinya apapun kesusahan & kesenangan itu pasti akan berlalu.50. Semua doa didengar (kcuali yg buruk), hanya manusianya aja yg suka gak sabar dan buruk sangka kalo doanya gak dikabulkan

51. Berbuat baik/benar bukanlah utk dikatakan baik/benar.. Tapi berbuat buruk/jahat biasanya akan dikatakan buruk/jahat..52. Menunjukkan kebenaran dg cara mcaci memaki tdk akn pernah mdapatkan simpati.. Maka tunjukilah kebenaran dg sifatnya yg penuh kasih.

53. Cobalah fahami musibah sbg bentuk teguran halus Alloh SWT kpd kita. Supaya kita jauh lebih dekat & makin dekat lg dg Yg Maha Kuasa.54. Kecerdasan beragama adalah sarana utk mengenali diri.. Barangsiapa yg mengenal Tuhannya maka ia akan mengetahui segala sesuatu..

55. Jika belum cinta maka sulit utk dirasa.. Cintailah Alloh utk bisa merasakan kasih sayang_Nya yg Maha luar biasa..56. Jgn duakan cinta_Nya dg cinta seorangpun selain daripada_Nya.. Dan berhati2lah jk cinta sudah mulai menginjak2 hati sanubari_mu..

57. janganlah "menuntut" Alloh.. jikalau engkau belumlah "menurut" Alloh.. (mentaati kehendak_Nya)58. mjadi manusia yg "bodoh" stlah pintar itu tnyata susah & sedikit.. tapi mjadi manusia yg "sombong" stlah pintar itu mudah & banyak

59. tdk akan keluar dari mulut orang2 yg katanya sudah soleh cercaan dan hinaan kpd orang lain yg katanya belum soleh..
60. Hati dikatakan baik bila tlh diisi dg taqwa, tawakkal, tauhid & ikhlas kpd_Nya dlm semua amalan. Hadiahi kami dg itu semua Yaa Robb61. Janganlah engkau menoleh kpd orang lain sedangkan dlm dirimu msh ada seseuatu yg harus diperbaiki.. Celakalah dirimu.. (utk diriku)
62. Lidahku takut.. Tapi hatiku masih suka menentang.. Lidahku berucap syukur.. Tapi hatiku masih saja suka kufur.. Ampuuuunnn Yaa Robb63. Yaa Alloh.. Sibukkanlah hamba dgn segala kekurangan diri hamba sendiri.. Bkn diri orang lain..
64. Wanita selalu butuh kepada laki2 yg bukan cuma mampu.. Tapi juga mengerti.. Mengerti kepada segala hal yg dinginkan.. Luar & dalam65. Sahabat yg baik adalah sahabat yg berani menunjukkan salahnya engkau
66. Terima kasihlah kpd orang yg telah berani menunjukkan salahnya engkau.. Dan berhati2lah kpd orang yg terlalu byk memuji dirimu..67. Berhati2lah terhadap lisan yg mengandung dan mengundang banyak fitnah..
68. Dan tidak semua orang akan suka saat ditunjukkan salahnya..69. Menyampaikan kesalahan ilmu kpd seseorang ternyata membutuhkan ilmu juga.. Tdk boleh sembarangan..
70. Mengomentari kekurangan org lain itu betapa sgt mudahnya.. Apalagi jk diiringin dg sifat iri, dengki & sifat merasa benar sendiri.

9 Filum yang Terdapat pada Kingdom Animalia


9 Filum yang Terdapat pada Kingdom Animalia

Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa filum dari kingdom Animalia baik dari kelompok invertebrata maupun vertebrata. Filum-filum tersebut adalah Porifera, Cnidaria, Plathyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Echinodermata, Arthropoda, dan Chordata. Anda tertarik? Simaklah penjelasan Berikut ini.

1. Filum Porifera

Porifera sulit dikenali sebagai hewan. Filum Porifera disebut juga hewan spons. Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana, mereka tidak memiliki kepala atau anggota badan lain layaknya hewan. Oleh karena itu, banyak yang keliru mengidentifikasi Porifera sebagai tanaman laut. Selengkapnya ...

2. Filum Cnidaria

Filum Cnidaria adalah kumpulan binatang menarik yang ada di perairan. Ubur-ubur, anemon laut, dan koral yang anggun merupakan contoh makhluk hidup yang termasuk ke dalam kelompok filum ini. Selengkapnya ...

3. Filum Platyhelminthes

Anggota filum Platyhelminthes tidak memilki rongga tubuh dan terdiri atas tiga lapisan tubuh (triploblastik). Oksigen berdifusi secara langsung melalui kulit. Demikian juga karbon dioksida, berdifusi dari tubuh langsung ke lingkungannya. Selengkapnya ...

4. Filum Nematoda

Nematoda merupakan cacing silindris tidak bersegmen, memiliki rongga tubuh triploblastik (pseudocoelom), dan hidup bebas maupun parasitik. Cacing Nematoda disebut juga cacing gilig. Dapat ditemukan pada perairan, tanah basah, jaringan tumbuhan, dan jaringan hewan atau manusia. Memiliki sistem pencernaan sempurna dan cairan tubuh pada coelom yang berfungsi sebagai sistem peredaran darah. Selengkapnya ...

5. Filum Annelida

Dua ciri utama pada Filum Annelida adalah memiliki rongga tubuh sejati dan tubuhnya bersegmen. Setiap segmen ini dinamakan somit. Struktur somit-somit pada cacing disebut metameri. Annelida memiliki peredaran darah tertutup yang dilengkapi pembuluh darah. Sistem saraf terdiri atas otak dan tali saraf yang disebut sistem saraf tangga tali. Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. Selengkapnya ...

6. Filum Mollusca

Mollusca merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak. Mollusca berasal dari bahasa latin molluscus yang artinya lunak. Selengkapnya ...

7. Filum Echinodermata

Semua Echinodermata hidup di laut. Ada lebih dari 5.000 spesies dalam filum ini, seperti bintang laut, sea urchin, dan timun laut. Echinodermata sama seperti Mollusca, memiliki coelom dan sistem pencernaannya sudah lengkap. Selengkapnya ...

8. Filum Arthropoda

Arthropoda merupakan filum yang paling kaya akan jenis spesiesnya. Jumlah spesiesnya diduga sebanyak 75% dari hewan-hewan yang ada di dunia. Tempat hidupnya tersebar dari daratan, air tawar, dan air laut. Anggota Filum Arthropoda tubuhnya berbuku-buku dan memiliki eksoskeleton. Tubuhnya dilapisi oleh epikutikula yang terdiri atas kitin hasil sekresi hipodermis. Tubuh dan kakinya terbagi menjadi segmen-segmen. Pergantian kulit terjadi dalam interval waktu tertentu. Sistem sarafnya terletak di ventral. Peredaran darahnya terbuka dan jantung terletak di dorsal. Selengkapnya ...

9. Filum Chordata

Chordata meliputi sekitar 45.000 jenis hewan yang hidup di hampir semua jenis lingkungan. Terdapat tiga hal yang membedakan filum Chordata dengan filum yang lainnya, yaitu dalam hal perkembangannya. Selengkapnya ...

الجمعة، 21 مارس 2014

kumpulan fabel

SEMUT DAN LEBAH

Di sebuah taman tinggallah seekor semut dan lebah. Mereka ingin sekali berebut kemenangan. Pada pagi yang cerah ketika lebah sedang terbang ke sana-kemari, dia baru menemukan ide untuk mempersiapkan kemenangan lomba dengan semut.
Lebah berkata,”Hai, semut aku sudah punya ide. Bagaimana kalau kita berlomba mencari madu yang ada di taman ini?”
Semut menjawab,”Oke, aku setuju.”
Pada waktu perlombaan dimulai, semut berbuat curang. Dia memanggil teman-temannya untuk menempatkan dirinya masing-masing di beberapa pohon. Ketika lebah sudah menemukan madu di sebuah pohon, dia sangat bahagia. Lebah merasa dirinya yang paling hebat dan cerdik, tapi dia terkejut ketika melihat seekor semut sedang menghisap madu di pohon itu. Lebah merasa dipermainkan.
Semut berkata.”Hai, lebah kau sekarang kalah dalam perlombaan ini, akulah yang paling hebat dan cerdik dari kamu, karena akulah yang lebih dulu menemukan madu di pohon ini.” Walaupun lebah kalah, dia tidak mudah putus asa, dia terus berjuang.
Pada suatu hari, lebah terbang ke sana-kemari mencari makanan. Tapi ketika lebah terbang di dekat sarang semut, dia mendengar dan melihat  sekelompok semut sedang membicarakan perlombaan dengan lebah dan berniat jahat untuk mengalahkan lebah. Lebah baru tahu apa yang dilakukan semut dalam perlombaan ini.
Ketika siang hari yang cerah, lebah membalas perbuatan kepada semut. Lebah memanggil teman-temannya untuk menghancurkan sarang semut. Dengan tiba-tiba sekelompok lebah menyerbu sekelompok semut. Akhirnya semut menyerah kepada lebah. Karena semut takut kalau rahasianya akan terbongkar, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan semua ini. Semut sadar kalau selama ini dia telah berbuat tidak baik kepada lebah, dia langsung meminta maaf. Lebah juga minta maaf dan dia juga memaafkan semut. Akhirnya mereka berjanji akan selalu menjadi sahabat yang baik dan setia.


HARIMAU YANG TERJERUMUS

Di sebuah hutan, tinggallah binatang-binatang yang kehidupannya aman dan tenteram. Tetapi sejak kedatangan harimau buas, sering terjadi kerusuhan di hutan karena harimau itu sering mengacau. Namun ada satu binatang yang berani menentang harimau, yaitu Pena si kucing jantan.
Sampai suatu hari, harimau yang biasa dipanggil Harim, membuat keributan di rumah Pena. Pena yang melihat kalau Harim sedang mengacau di rumahnya. Ia merasa sangat kasihan pada orang tuanya karena itu ia segera mengambil tindakan. Pena berusaha mengalih kan perhatia Harim
“He..Harim, keluarlah, kalau kamu jantan kejarlah aku!” Pena sengaja berkata dengan keras.
Mendengar teriakan Pena Harim merasa ditantang. Ia pun segera keluar dari rumah Pena dan mulai mengejar Pena yang telah berlari cukup jauh. Sedangkan itu Pena yang sedang dikejar Harim berusaha mencari ide untuk membuat jera Harim. Tidak terasa mereka telah sampai di tengah hutan. Ketika melihat sumur tua di tengah hutan, Pena pun mendapat ide. Ia sangat yakin kalau harimau yang kelihatannya parkasa dan menakutkan belum tentu mempunyai otak yang cemerlang.Pena segera berhenti ketika sampai di tepi sumur.
“Sekarang kamu mau kemana, ha?” kata Harim sambil memamerkan giginya
“Tunggu dulu Harim! Kalau kau mau memangsaku, kau harus kalahkan dulu temanku yang hendak menantangmu. Dan temanku itu bersembunyi dalamsana.” Kata Pena sambil menunjuk pada sumur tua itu.
Kemudian Harim mendekati sumur dan ia segera menunjukkan giginya yang runcing. Tapi alangkah kagetnya Harim, karena hewan yang ada dalam sumur itu mengikuti gerakannya dengan sangat mirip. Harim memamerkan cakarnya yang tajam, tapi hewan itu juga menirukannya dengan persis. Kini Hari sangat marah . tanpa berpikir panjang ia segera melompat masuk dalam sumur. Dan tidak lama kemudian Harim telah mati.
Pena tersenyum puas karena dapat mengelabuhi Harim. Sebenanya ia tidak tega. Tetapi itu adalah balasan yang setimpal atas perbuatannya pada binatang penghuni hutan. Karena kecerdikannya itu, ia di kenal sebagai hewan yang cerdik, pandai, cerdas dan pemberani.

KEHARUAN SEEKOR ANJING

Pagi yang begitu patah dengan rasa si Anjing dalam menanamkan hatinya pada kupu-kupu yang sedang menari-nari di taman saat si Anjing menjaga rumah majikannya yang bernama pak Bolot. Keharuan si Anjing datang di saat tarian kupu-kupu semakin indah dan semakin lucu.
Si Anjing mencoba untuk menirukan tarian kupu-kupu, namun tidak dapat dicapainya. Anjing berkata.
“Kenapa aku tidak bisa seperti mereka., padahal kata pak Bolot aku cantik?” kata si Anjing kesal
“Percuma aku cantik kalau tidak dapat menari.” Si Anjing tetap mencoba menirukan kupu-kupu tetapi ia tetap tidak bisa.
Dengan keharuan itu si Anjing menangis. Si Kupu menangkap suara tangisan si Anjing, lalu mendekatinya.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Aku tidak bisa menari dan terbang sepertimu! Padahal kata majikanku aku sangat cantik.” Jawab si Anjing. Si Kupu mencoba menasehati si Anjing. Tidak lama kemudian turunlah hujan. Si Kupu bersama teman-temannya segera pergi mencari tempat berteduh.
Setelah beberapa hari. Si Anjing merusak taman di sekitar rumah pak Bolot, agar si Kupu bersama teman-temannya tidak lagi dapat menari-nari di taman. Setelah beberapa lama, datanglah si Kupu bersama teman-temannya. Si Kupu melihat si Anjing yang sedang merusak taman menjadi marah.
“Tunggu…, kenapa kamu merusak taman disini?” tanya si Kupu
“Memangnya kenapa? Ini kan tama milik majikanku? Bukan milikmu?”
“Memang ini bukan tamanku! Tapi kau telah merusak tanaman yang tidak bersalah!” pertengkaran semakin ramai, namun sedikit mereda ketika pak Bolot datang dengan wajah marah karena melihat tamannya yang indah menjadi berantakan.
“Siapa yang telah merusak tamanku ini?” tanya pak Bolot. Si Anjing kemudian mengaku kalau ia yang merusak taman. Ia juga memberikan alasannya. Ternyata si Anjing telah menganggap kalau kupu-kupu telah mencuri madu yang ada pada bunga. Pak Bolot tersenyum, ia kemudian menjelaskan bahwa kupu-kupu tidak mencuri madu. Pandai menari, terbang dan menghisap madu adalah kodrat setiap kupu-kupu. Si Anjing kini sadar akan kesalahannya. Ia segera minta maaf pada si Kupu dan teman-temannya, maupun pada pak Bolot.
(Jumali, Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2006)

SI MONYET YANG NAKAL

Di sebuah hutan, tinggallah seekor monyet yang sangat nakal dan suka membuat kerusuhan. Dia bernama Moli. Suatu hari Moli sedang berebut makanan dengan monyet lainnya. Padahal makanan itu bukan milik Moli, tetapi ia tetap berniat untuk mendapatkannya.
“Hai, Moli. Jangan kau merebut makananku. Kenapa kau suka mengambil milik orang lain?”
“Biar saja, memangnyatidak boleh.terserah saya, dong!” akhirnya monyet pemilik makanan itu mengalah kemudian monyet itu pulang dan menceritakan sikap Moli kepada warga di hutan. Monyet itu juga menasehati warga hutan agar tidak berteman dengan Moli dan menjauhi Moli yang nakal.
Sejak saat itu Moli merasa kesepian karena tidak ada satu hewan pun yang mau berteman dengannya. Beberapa hari kemudian Moli bergegas pergi meninggalkan hutan. Ia berharap dapat memperoleh teman di daerah lain. Sepanjang jalan Moli sangat murung. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seekor burung. Burung itu sangat heran meilat kemurungan Moli.
“Hai, teman. Mengapa wajahmu sangat murung?” sapa burung itu.
“Saya pergi dari huta. Karena semua hewan di huta selalu menganggapku jahil dan suka menang sendiri!” jawab Moli.
“Tidak uash sedih, saya bisa membantumu.” Burung pun menasehati Moli agar tidak mengulangi kesalahannyadan menghindari sifat nakalnya. Tetapi Moli tidak memperdulikan nasehat burung. Moli justru merasa tersinggung, kemudian ia segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sewaktu Moli melanjutkan perjalanan, ia bertemu dengan monyrt yang pernah diganggunya. Tetapi Moli enggan meminta maaf, ia malah membuat keributan lagi dengan monyet itu. Mereka pun saling adu mulut hingga akhirnya terjadi pertengkaran antara mereka. Di tengah pertengkaran yang kemudian berlanjut pada perkelahian, Moli jatu terpeleset ke jurang yang sangat dalam. Mulai saat itu tidak terdengar lagi kabar Moli, si monyet yang nakal.sepeninggal Moli, suasana dalam hutan terasa aman tenteram dan damai.

PATIH BUAYA YANG KORUPSI


Di sebuah sungai, tinggallah sekelompok buaya yang dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana. Raja buaya selalu memikirkan kehidupan rakyatnya, sehingga raja sangat disayangi dan dicintai rakyatnya. Rakyat buaya pun hidup makmur dan tenteram.
Pada musim penghujan, keadaan buaya sedang menderita karena banjir melanda sungai. Rakyat buaya kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa. Melihat rakyat buaya menderita, raja merasa harus bertanggung jawab atas rakyatnya. Semakin hari raja semakin prihatin melihat pemderitaan yang dialami rakyatnya. Akhirnya raja memutuskan untuk membagikan makanan yang disimpannya untuk berjaga-jaga sewaktu musim hujan tiba. Dengan segera raja mengutus kedua patihnya untuk membagikan makanan itu pada rakyatnya secara adil. Kedua patih kepercayaan raja buaya dengan senang hati menerima titah rajanya.
Kedua patih itu segera membagi-bagikan makanan seperti apa yang diperintahkan raja. Namun pada waktu itu patih Karta melihat patih Narta mengurangi setengah dari makanan yang akan dibagikan pada rakyat.
“Hai, Patih Narta. Kenapa kau memakan sebagian makanan yang seharusnya diberikan pada rakyat?” Namun rupanya patih Narta tidak mempedulikan larangan patih Karta. Ia bahkan mengatakan kalau patih Karta iri melihat keberhasilannya mendapat sebagian dari makanan rakyat.
Dengan sabar patih Karta menasehati patih Narta. Namun patih Narta justru mengejek nasehat patih Karta sehingga terjadilah adu mulut antara keduanya.
“Apa hakmu melarangku berbuat sesuatu yang aku sukai?”
“Tapi ini makanan milik rakyat! Lihatlah di luar sana rakyat buaya sangat menderita. Mereka sedang kelaparan! Kalau kau terus begini, kau akan kulaporkan kepada raja, agar kau dihukum dengan setimpal!”
Namun belum sempat Patih Karta melapor ke raja, Patih Narta menyerangnya dari belakang. Di antara mereka terjadi perkelahian hebat. Keduanya sama-sama kuat. Namun di mana pun kejahatan pasti kalah oleh kebenaran. Begitu juga dengan patih Narta. Ia pun mati. Kematiannya bukan karena serangan patih Karta, melainkan kepalanya membentur batu besar di tepi sungai karena terlalu bernafsu menyerang Patih Karta.
Hari itu juga Patih Karta melaporkan kejadian itu pada raja buaya. Ia juga menceritakan tingkah laku Patih Narta. Mendengar itu raja buaya sangat bangga pada Patih Karta yang sangat setia padanya. Sejak itu kehidupan rakyat buaya semakin aman dan tenteram karena dipimpin raja yang arif dengan seorang patih yang sangat setia.